{"id":15945,"date":"2021-09-08T03:45:13","date_gmt":"2021-09-08T03:45:13","guid":{"rendered":"https:\/\/www.wfglobal.org\/?post_type=press&#038;p=15945"},"modified":"2024-12-21T11:08:01","modified_gmt":"2024-12-21T05:38:01","slug":"enam-tanda-pola-pikir-kewirausahaan","status":"publish","type":"press","link":"https:\/\/wadhwanifoundation.org\/id\/press\/the-six-signs-of-an-entrepreneurial-mindset\/","title":{"rendered":"Enam tanda pola pikir kewirausahaan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\">Oleh <strong>Ratna Mehta<\/strong><\/p>\n<p>Sesuai dengan survei yang dilakukan oleh Majalah CEO World, India berada di peringkat 5<sup>th<\/sup>\u00a0secara global sebagai \"Negara Startup Paling Ramah\". Pengembangan ekosistem kewirausahaan membutuhkan interaksi berbagai faktor seperti:<\/p>\n<p>1.      Ketersediaan tenaga kerja teknis, karena teknologi merupakan pendorong penting bagi perusahaan rintisan era baru<\/p>\n<p>2.      Investasi dalam mengembangkan dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja, karena orang dapat membuat atau menghancurkan perusahaan<\/p>\n<p>3.      Kemampuan penelitian dan pengembangan untuk mendorong inovasi yang lebih tinggi<\/p>\n<p>4.      Infrastruktur, yang diperlukan untuk membawa ide dari awal hingga pelaksanaan dan hasil<\/p>\n<p>5.      Kerangka kerja kebijakan untuk memberikan dorongan yang diperlukan bagi bisnis yang sedang berkembang<\/p>\n<p>India tidak diragukan lagi merupakan pusat penelitian dan pengembangan di dunia, dan memiliki demografi yang menguntungkan (populasi muda yang besar) yang dapat dimanfaatkan. Meningkatkan infrastruktur dan intervensi kebijakan dapat meningkatkan prospeknya untuk membina perusahaan rintisan. Tidak mengherankan jika India menjadi kiblat baru bagi perusahaan rintisan.<\/p>\n<p>Ekosistem ini sejauh ini telah menarik percepatan pendanaan untuk perusahaan rintisan:<\/p>\n<div>\n<div><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"i-amphtml-fill-content i-amphtml-replaced-content alignnone\" src=\"https:\/\/images.yourstory.com\/cs\/2\/f02aced0-d863-11e9-8e08-65c1f0fe59a2\/1625498748523.tiff?fm=auto&amp;mode=crop&amp;crop=faces&amp;ar=606:368&amp;w=606\" alt=\"Tolok Ukur Pendanaan - India\" width=\"606\" height=\"368\" \/><\/div>\n<\/div>\n<p>Sumber: Tracxn; Penawaran termasuk malaikat, VC - Seri A, B &amp; C<\/p>\n<h3>Pola pikir wirausaha - kunci dari kisah sukses<\/h3>\n<p>Meskipun ekosistem adalah penentu penting bagi wirausahawan yang sukses, kuncinya di sini adalah pola pikir wirausaha. Apa yang sebenarnya merupakan pola pikir wirausaha? Berikut adalah beberapa petunjuknya -<\/p>\n<h3><strong>1. 1. Jangan pernah mengatakan sikap mati<\/strong><\/h3>\n<p>Pepatah yang populer di kalangan wirausaha adalah, \"Seorang wirausahawan dibuat dalam waktu 10 tahun\". Kesabaran dan ketekunan adalah dua pilar kesuksesan seorang pengusaha. Banyak hal yang tidak akan berjalan dengan baik.<\/p>\n<blockquote class=\"font-experiment font-experiment-bq\"><p>Belajar dari kesalahan, bersabar untuk mendapatkan hasil, dan melakukan pivot sesuai situasi adalah beberapa hal yang dapat membantu seorang wirausahawan mendaki gunung yang paling curam.<\/p><\/blockquote>\n<div class=\"font-experiment alsoread element-mt element-mb\">\n<div class=\"alsoread-div\">\n<h3><strong>2. Fokus yang sama pada visi dan eksekusi<\/strong><\/h3>\n<p>Visi tanpa eksekusi adalah halusinasi. Visi adalah ibu dari pencapaian. Kecuali kita dapat memvisualisasikan apa yang kita inginkan, dan di mana kita ingin berada, kita akan bergerak berputar-putar.<\/p>\n<p>Entah itu membuat ponsel dengan musik dan kamera atau mengirim orang ke luar angkasa. Semua itu mengharuskan seorang wirausahawan untuk berpikir di luar kebiasaan, yang terkadang dianggap gila oleh orang lain.<\/p>\n<p>Visi adalah langkah pertama, tetapi tidak ada gunanya tanpa eksekusi yang baik. Eksekusi yang baik membutuhkan perencanaan yang tepat, tim yang tepat dan mekanisme pelacakan yang tajam.<\/p>\n<p>Ketika Anda terjun ke lapangan, Anda akan menyadari masalah dan peluang yang sebenarnya. Dengan demikian, eksekusi membantu memvalidasi ulang visi secara teratur, yang dapat mendorong wirausahawan ke arah yang benar.<\/p>\n<h3><strong>3. Pikirkan pantulan berikutnya<\/strong><\/h3>\n<p>Tren yang teridentifikasi akan memunculkan banyak usaha baru. Namun, apa yang dapat membedakan anak laki-laki dari laki-laki adalah kemampuan untuk memikirkan lompatan berikutnya.<\/p>\n<blockquote class=\"font-experiment font-experiment-bq\"><p>Berpikir jauh ke depan dan memvisualisasikan kebutuhan pelanggan sebelumnya, memahami tren dan memprediksi apa yang akan dibutuhkan selanjutnya adalah inti dari inovasi dan bisnis yang inovatif.<\/p><\/blockquote>\n<p>Entah itu memvisualisasikan ponsel sebagai komputer mini atau membawa teater ke ruang tamu Anda, terobosan yang paling mengubah permainan dan menetapkan tren telah dilakukan oleh para wirausahawan yang mampu memikirkan lompatan berikutnya.<\/p>\n<h3><strong>4. Temukan kembali masalah Anda<\/strong><\/h3>\n<p>Berpikir linier sudah ketinggalan zaman. Mengidentifikasi cara-cara baru untuk memecahkan masalah akan mendapatkan penghargaan yang setimpal. Ketika e-niaga masih baru di India, ia menghadapi tantangan yang signifikan, karena para pelanggan tidak terbuka untuk membeli produk tanpa menyentuh dan merasakannya. Beberapa perusahaan e-niaga yang sukses mengatasi hal ini dengan memperkenalkan 'pembayaran tunai pada saat pengiriman' dan 'kebijakan pengembalian tanpa pertanyaan'.<\/p>\n<h3><strong>5. Membangun jaringan Anda<\/strong><\/h3>\n<p>Jaringan adalah kekayaan bersih Anda.<\/p>\n<p>Transaksi besar dilakukan sambil minum kopi. Entah itu menemukan pelanggan baru, merekrut orang yang tepat, atau melakukan akuisisi untuk pertumbuhan organik, memanfaatkan jaringan untuk menjalin hubungan sangat membantu, karena tingkat konversi umumnya tinggi ketika segala sesuatunya terjadi melalui hubungan yang hangat.<\/p>\n<h3><strong>6. Baca, baca, baca<\/strong><\/h3>\n<p>Pembaca adalah pemimpin - sesuatu yang kita semua pelajari sejak kecil. Namun, satu benang merah yang mengikat sebagian besar orang sukses adalah seni membaca. Secara ilmiah, membaca membantu otak untuk membuat koneksi baru yang kemudian memunculkan ide-ide baru. Dan saya yakin para pengusaha dapat melakukannya dengan baik dengan banyak ide segar!!!<\/p>\n<p>Kewirausahaan adalah gabungan antara seni dan ilmu pengetahuan yang dapat ditanamkan. Singkatnya, wirausahawan tidak selalu dilahirkan tetapi diciptakan dengan menanamkan pola pikir yang benar yang didukung oleh infrastruktur yang kuat dan intervensi kebijakan.<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"https:\/\/yourstory.com\/socialstory\/2021\/08\/oaas-citizen-services-transport-smart-cities\/amp?utm_pageloadtype=scroll\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">YourStory<\/a><\/p>\n<\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>By Ratna Mehta As per a survey done by the CEO World Magazine, India ranks 5th\u00a0globally as \u201cMost Friendly Startup Country\u201d. The development of an entrepreneurial ecosystem requires an interplay of various factors like: 1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Availability of technical workforce, as technology is an important driver of new-age startups 2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Investment in developing and skilling the workforce, as [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":14396,"template":"","tags":[7],"press-category":[],"coauthors":[180],"class_list":["post-15945","press","type-press","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","tag-authored-articles"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wadhwanifoundation.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/press\/15945","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wadhwanifoundation.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/press"}],"about":[{"href":"https:\/\/wadhwanifoundation.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/press"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wadhwanifoundation.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wadhwanifoundation.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/press\/15945\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wadhwanifoundation.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14396"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wadhwanifoundation.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15945"}],"wp:term":[{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wadhwanifoundation.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15945"},{"taxonomy":"press-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wadhwanifoundation.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/press-category?post=15945"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/wadhwanifoundation.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=15945"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}